Ya, pulau Tidung namanya, salah satu kelurahan dari kepulauan seribu. pulau ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, dan kedua pulau tersebut dihubungkan oleh jembatan sepanjang kurang lebih 1km, yang sering disebut jembatan cinta, karena konon kabarnya apabila sepasang kekasih berjalan saling mengenggam tangan di atas jembatan tersebut, maka hubungannya akan langgeng sampai ke pelaminan, sangat unik memang. Pulau Tidung diperkirakan hanya memiliki lebar 200m dan panjang 5km, dikelilingi pantai dangkal yang bergradasi putih, karena ditumbuhi karang yang kasat mata dan dipenuhi ikan hias.
Sebenarnya, sudah lama aku merencanakan untuk berlibur ke pulau itu, tapi entah kenapa tidak berakhir baik, batal ditengah rencana. Berawal dari ajakan iseng ketika sedang berkumpul-kumpul di kampus, akhirnya berbuah rencana. saat itu, setelah selesai kelas, seperti biasanya aku berkumpul dan makan dulu di kantin, kemudian terlontar ajakan “eh eh.. ke Tidung yuk.!!” , kemudian jadilah sebuah rencana.
Pada awalnya, aku tidak terlalu berharap agar rencana ini dapat terlaksana, mengingat sebelumnya batal pergi dengan teman2-teman rumah, namun melihat cukup banyak yg berminat, aku pun mulai yakin kalo rencana ini akan terlaksana. Setelah didata siapa saja yang berminat ikut, lalu kami membuat rencana, mulai dari tanggal sampai ke cara untuk pergi, backpacker atau melalui tour agent. Akhirnya di putuskan melalui tour agent, biaya 285rb/org untuk paket 10 orang, karena peminat saat itu mencapai 10 org. namun mendekati hari H, banyak yang tiba2 membatalkan rencana secara tiba2, aku berpikir bahwa sudah tipis harapan untuk dapat terlaksana, karena hanya 5 orang yg pasti ikut termasuk aku. Akan tetapi, ke-empat lainnya sangat kuat keinginan untuk tetap pergi, dan akhirnya diputuskan untuk backpacking, dan kami pun mem-book penginapan 2 hari sebelum keberangkatan.
TIDUNG, HERE WE COME
Tanggal 15 juli akhirnya aku pun berangkat, pukul 04.00 bangun, bersiap-siap, pukul 04.30 aku pun berangkat dr rumah, dengan diantar omku sampai depan komplek, pukul 04.55 aku sudah berada di halte Ramayana, menunggu bis P29 jurusan kalideres. Pukul 05.15 bis pun datang, menghabiskan 45 menit dan Rp. 7.000 untuk sampai di depan citraland, dan aku pun menunggu ke-empat teman-temanku yang naik taksi dari komdak, sekitar 10 menit kemudian mereka pun tiba, dan langsung ngacir menuju pelabuhan muara angke. Alhamdulillah, 06.30 kami pun tiba di muara angke, begitu turun taksi, mulailah bau amis dan busuk sangat menyengat, maklum saja ini tempat para nelayan menjual ikan-ikan hasil tangkapannya. Setelah bayar taksi Rp. 50.000, kami bergegas naik kapal penumpang (kapal tongkang), setelah kapal penuh, pukul 07.30 kapal pun berangkat. Dengan Rp. 33.000/orang dan memakan waktu 3jam perjalanan laut, akhirnya kamu tiba di Pulau Tidung.
Bermodal sms arahan dari pak haji mid (pemilik losmen lima bersaudara), 300m dari kelurahan pulau Tidung, kami pun sampai di penginapan. Penginapan ini memiliki 5 rumah(kopel) dengan berbeda-beda fasilitas, AC atau non-AC. Dengan 300ribu/malam dengan maksimal 6 orang, kami mendapat fasilitas 2 buah double bed (tempat tidur dobel) dan sebuah single bed (tempat tidur single), satu kamar mandi, kulkas, televisi, dispenser, dan 3 buah kipas angin. Pukul 11.30 kami memesan makan siang yang bisa delivery, tinggal ngomong aja sama pak mid, kemudian pak mid akan menelpon pemilik warung, maka pemilik warung akan datang ke penginapan untuk menanyakan pesanan. Dengan Rp. 15.000/org warung tersebut dapat menyediakan lauk sayur asem, cumi saos tiram, udang goreng tepung serta sambal yang menggugah selera, kita juga bisa memilih, dalam bentuk box atau prasmanan.
Setelah makan, kami berencana untuk snorkeling, ini lah saat yang aku nanti-nanti, aku ingin sekali menikmati pemandangan bawah laut yang menurut cerita sangat indah. Penyewaan kapal adalah Rp 350ribu untuk 3 pulau tujuan dengan kapasitas 10 orang, dan 35ribu/set/orang untuk alat snorkeling (pelampung, masker, sepatu katak), jadi perkiraan untuk perorangannya, dapat menghabiskan 100ribu. Namun saat aku duduk di depan teras penginapan, aku melihat teman kampus ku di depan teras penginapan sebelah, ternyata benar saja, ada 8 orang teman yang merupakan seniorku di kampus menyewa penginapan sebelah, mereka berada disini semenjak sehari yang lalu, dan akan menginap selama 3 hari 2 malam. Langsung saja aku menghampiri mereka dan menanyakan kegiatan apa yang akan mereka lakukan. Beruntung sekali, mereka juga ingin snorkeling, kami pun bergabung dengan mereka, kini kami berjumlah 13 orang, tentu akan lebih murah untuk menyewa kapal. Setelah tawar menawar, akhirnya harga sewa kapal turun menjadi 300ribu dan sewa alat snorkeling tetap 35ribu, total biaya perorang menjadi Rp. 58ribu perorang, sungguh penghematan yang luar biasa.
Pukul 01.30 kami pun berangkat, dengan perjalanan kurang lebih 30 menit, tiba lah di pinggiran pulau payung, aku tak sabar rasanya, bermodal rasa ingin, keberanian, dan sedikit kepandaian berenang, aku pun segera nyemplung. Benar saja, awalnya aku agak kesulitan dalam pengambilan nafas, karena ini pertama kalinya aku snorkeling, namun pada usaha yang ketiga, aku berhasil.. huwaaa…. Sungguh sangat tidak lebay jika aku mengatakan ini salah satu hal terindah yang pernah aku lihat secara langsung, tidak kalah indahnya pesona biota bawah laut disini dengan yang pernah aku lihat di televisi. Kami ber-snorkeling di dua tempat, Pulau payung besar dan Pulau Tidung kecil, tidak cukup untuk ke tempat terakhir (sekitar pulau tidung besar), karena sudah senja, kami ingin melihat matahari terbenam, dekat dengan jembatan cinta, disana kami berfoto-foto dan menikmati sunset. Setelah matahari terbenam dan hari mulai gelap, kami kembali ke penginapan, mandi dan bersiap untuk BBQ. Untuk BBQ kami juga bergabung, agar biayanya lebih murah. Pemilik warung kemudian datang dan menanyakan pesanan. Kami memesan 2 ekor ayam @35ribu, 1 kg cumi @40rb, tempe, dan Nasi 10ribu/13orang dan tambah alat BBQ, total biaya 120ribu/13org. karna ayam dan cumi sudah dalam keadaan matang, kami hanya membakar ayam sebentar, agar ada kesan BBQ-an..hehehe
Pada pukul 22.00 kami kembali ke penginapan. Aku sangat lelah dengan kegiatan seharian tadi, kemudian langsung tertidur pulas. Pukul 05.30 aku dikagetkan oleh temanku yang mengetuk pintu rumah, Ia mengajakku untuk segera pulang sekarang, karena hujan dan dikhawatirkan kapal penuh. Aku yang berencana pulang siang setelah sholat jum’at terpaksa harus pulang sekarang. Pukul 07.00 kami sudah berada di kapal, dengan terlebih dahulu membeli tiket sebesar Rp. 33.000. pukul 07.15 walaupun hujan gerimis kapal tetap berangkat, angin laut yang kencang mengakibatkan ombak semakin besar dan membuat kapal sedikit bergoyang. Alhamdulillah 3 jam kapal kemudian merapat di muara angke. Dari Muara Angke kami naik Taksi, 2 dari teman ku turun di Komdak (argo berada di angka Rp. 50.000), aku dan 2 yang lain sampai ke bekasi barat, kami dikenakan ongkos Rp 120.000.

Ya itu sedikit cerita perjalananku pada saat liburan di Pulau Tidung, walaupun baru pertama kali, gambling, dan belum punya bayangan apa-apa, tapi bisa dibilang sukses.. hehehe… Terima kasih pada Achie, Bonny, Dini, dan Rani dan senior-senior yang bersedia mengajak kami bergabung, khalif beserta pacarnya, farid, bayu, tutut, damar, agung, dan pikok.. di tunggu buat next trip ke Karimun Jawa…
Rincian perjalanan dari Rumah sampai pulang ke Rumah (Rupiah/orang)
· P29 Bekasi Barat kalideres : 7.000
· Taksi 50.000/5org (@10.000) : 10.000
· Kapal M.Angke–P.Tidung 150.000/5org : 30.000 (nego, seharusnya @33.000)
· Penginapan 300.000/5org : 60.000
· Makan siang @15.000/org : 15.000
· Snorkeling
o Sewa boat300.000/13org/3pulau: 23.000 (nego, seharusnya 350.000)
o Sewa alat snorkeling : 35.000
· Barberque 120.000/13org : 10.000
· Kapal P.Tidung – M.Angke : 33.000
· Taksi M.Angke – Bekasi Barat 120.000/5org : 24.000
TOTAL : 247.000/orang
*TOTAL BIAYA M.Angke – P.Tidung – M.Angke
= 247.000 – (7.000 + 10.000 + 24.000)
= 206.000/orang atau lebih murah 79.000 dari paket yang ditawarkan oleh touragent
Beberapa informasi dan saran :
1. Berangkat dengan rombongan minimal 8 dan maksimal 20, karna pada prinsipnya, lebih banyak lebih murah, namun batasan murah diperkirakan hanya pada 20 orang
2. Booking penginapan selambat2nya 2 minggu sebelum perjalanan, kurang dari seminggu sama dengan gambling.
3. Direkomendasikan berangkat dari Muara Angke, karena apabila dari Marina (Ancol) sulit dipastikan untuk dapat tempat, karena kapal dari Ancol (kapal Kerapu) hanya berkapasitas 25-30 orang dan diutamakan untuk penduduk pulau.
4. Bawa Pakaian, Makanan, dan Obat2an secukupnya, jangan sampai merepotkan diri sendiri karena bawaan berat. Bawa gitar, kartu uno, remi, gaple (udah kayak mau ronda) untuk mengisi malam sambil Barbeque-an
5. Standby dari Muara Angke selambat-lambatnya pukul 06.00, karena apabila penuh, pukul 06.30 kapal sudah berangkat.
6. Sebelum kapal berangkat, bagi yang mudah mabok laut, dianjurkan minum obat anti mabok, karena perjalanan 3 jam lumayan menyiksa bagi yang tidak biasa.
7. Apabila memesan makan siang dianjurkan prasmanan, dan beli jangan sesuai jumlah orang, misalnya 8 org, pesan makanannya untuk 6 org, karena porsi sangat banyak, lebih baik minta tambah daripada makanan berlebih, itu akan lebih meminim biaya.
8. Untuk snorkeling, sewa perahu boat dan alatnya di satu tempat aja, agar bisa ditawar.
9. Gambaran biaya-biaya (semua negotiable)
a. Kapal M.Angke – P.Tidung dan sebaliknya : 33.000/org
b. Penginapan (fas. TV, kulkas, dispenser, 1 kmr mandi, 3 kasur)
i. AC : 400.000/malam/max 6 org
ii. NON-AC (Kipas Angin) : 300.000/malam/max 6 org
500.000/malam/max 10 org
c. Makan siang : 15.000/org
d. Alat Snorkeling : 35.000/set/org
e. Sewa Boat : 350.000/10org
f. Sepeda : 15.000/hari
10. Untuk Jadwal Kapal, menurut obrolan dari salah satu Nahkoda kapal yaitu
a. Muara Angke – P.Tidung : Senin – Minggu pukul 06.30
b. P.Tidung – M.Angke : Senin – Minggu pukul 06.30, khusus jum’at ada pukul 13.00
Namun tetap dianjurkan untuk berangkat dengan kapal pagi
11. Selama di sana, dianjurkan berpakaian sopan, tidak membuat kegaduhan, mematuhi peraturan-peraturan tertulis yang ada di penginapan, dan membawa kembali sampah yang dibawa dari Jakarta karena di pulau Tidung tidak memiliki TPS.

heee jd pgn kesana lagii :D but next destination is Karimun Jawa. harus terlaksana!!! :D
BalasHapusbeuuhh..ketagihaann... :D
BalasHapusyuuk lah mariii....